Menurut EN-LMND, intervensi militer langsung terhadap Venezuela menciptakan preseden berbahaya bagi negara-negara Dunia Selatan. Tindakan penculikan terhadap kepala negara yang sah menunjukkan bahwa Amerika Serikat memperlakukan Amerika Latin sebagai ‘halaman belakang’ kekuasaannya sendiri. Terbelahnya sikap komunitas internasional antara yang mengutuk dan mendukung agresi tersebut semakin menegaskan rapuhnya tatanan global saat ini.
Berdasarkan konsistensi perjuangan LMND yang berlandaskan nilai-nilai anti-imperialisme, sosialisme Indonesia, dan hak asasi manusia, EN-LMND menyerukan aksi dan solidaritas internasional.

Kepada komunitas internasional dan Pemerintah Indonesia, EN-LMND menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
“Pertama, PBB, CELAC, dan Gerakan Non-Blok harus segera mengambil langkah konkret dan tegas untuk menghentikan agresi, melindungi rakyat sipil Venezuela, serta menolak segala bentuk intervensi Amerika Serikat,” tegas EN-LMND.

“Kedua, Pemerintah Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas-aktif secara nyata, bukan sekadar retorika,” lanjutnya.
EN-LMND mendesak pemerintah Indonesia untuk secara tegas menolak dan mengutuk agresi serta penculikan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, khususnya pada momentum penetapan Presiden Dewan HAM PBB pada 8 Januari 2026 di Jenewa.

Selain itu, Indonesia diminta memimpin upaya diplomasi perdamaian melalui PBB dan kerja sama negara-negara Global South guna mendorong penyelesaian damai melalui dialog multilateral.
Sebagai penutup, EN-LMND menyatakan sikap politiknya secara tegas:

•Hancurkan imperialisme.
•Bebaskan Presiden Nicolás Maduro.
•Hentikan segala bentuk pendudukan.
•Hentikan upaya ekosida dan genosida di Venezuela. (David/Red)




