King Naga menegaskan, aksi tersebut bukan sekadar pengumpulan bantuan, melainkan bentuk kritik terbuka terhadap lambannya penyelesaian hunian tetap bagi korban bencana Cigobang.
“Kami mengajak masyarakat Lebak untuk ikut peduli. Donasi bisa berupa uang, bahan bangunan, atau kebutuhan pokok. Silakan datang langsung ke lokasi penggalangan dana,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah maupun pusat agar tidak lagi menunda pembangunan hunian tetap yang telah lama dijanjikan.
“Korban bencana seharusnya tidak dibiarkan bertahan bertahun-tahun di hunian sementara. Negara wajib hadir, bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga sampai pemulihan benar-benar tuntas,” pungkasnya. (Raikusbini/Red)



