Meski demikian, Nanik menilai siapapun boleh menjadi pemilik SPPG asalkan yang bersangkutan menerapkan standar nasional untuk kebersihan, keamanan pangan, tata ruang, serta kualitas bahan baku.

“Buat saya siapapun juga silakan, asal dapurnya benar, asal kalau menjadi tokoh ya tolong dijaga, bangun dapurnya juga dapur yang benar, jangan malah ini punya tokoh tapi dapurnya keracunan. Jadi justru ini kalau yang punya tokoh atau yang punya siapapun public figure, harus bikin dapur yang bagus dong,” tutur Nanik.

Nanik menegaskan siapapun boleh mengajukan pendirian SPPG sebagai mitra BGN. “Ini kan mereka juga warga negara, yang bikin dapur ini kan boleh siapa saja, teman-teman gen Z ini kalau bikin koperasi atau yayasan juga boleh mengajukan,” katanya.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto optimistis target 82,9 juta penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat tercapai pada akhir 2026. Total jumlah penerima MBG telah mencapai 58 juta orang pada awal tahun ini.

“Insyaallah, saya percaya dan yakin, akhir tahun 2026, Desember 2026, kita akan mencapai 82 juta penerima manfaat (MBG),” kata Presiden Prabowo saat acara di Balikpapan, Kalimantan Timur, dilansir dari Antara, Senin, 12 Januari 2026.

Presiden mengatakan banyak negara dan organisasi dunia yang menjadikan Indonesia sebagai studi kasus dalam melaksanakan program MBG. Presiden mengatakan program MBG sudah menyentuh 58 juta orang. Jumlah itu sama dengan memberi makan sembilan kali warga Singapura.

“Sembilan kali Singapura kita kasih makan tiap hari. Lumayan. Not bad (untuk) negara yang selalu dianggap tidak bisa apa-apa, kita kasih makan 58 juta orang tiap hari, termasuk ibu hamil, diantar makanannya ke rumah, termasuk lansia (orang lanjut usia) diantar makanannya ke rumah,” ujar Presiden.

Terlepas dari capaian itu, Presiden menyebut banyak yang sangsi, termasuk para elite, terhadap program MBG.

“Sekarang saya sudah buktikan. Yang dulu dikatakan MBG, makan bergizi tidak mungkin berhasil. Ada tokoh-tokoh mengatakan tidak mungkin berhasil, pasti gagal,” ujar Presiden.