Teropongistana.com Jakarta – Pembangunan Tol Medan–Tebing Tinggi pada era Presiden Joko Widodo yang kini dinikmati masyarakat luas ternyata menyisakan luka mendalam bagi kontraktor kecil yang terlibat dalam megaproyek tersebut. Salah satu yang terdampak adalah Camel Panduwinata Lubis, atau dikenal publik sebagai Camelia Petir, artis dangdut yang kini jarang muncul di dunia hiburan.
Camelia, yang menjabat sebagai Komisaris PT Mitra Kembar, mengaku mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah. Demi menutup utang proyek yang tak kunjung dibayar, ia terpaksa menjual rumah serta seluruh aset pribadinya.
Kasus ini bermula sekitar delapan tahun lalu, ketika PT Mitra Kembar memperoleh pekerjaan konstruksi melalui rantai proyek dari PT Waskita Karya kepada PT LMA Lancar Mandiri Abadi (PT LMA), sebelum akhirnya diteruskan ke perusahaannya.
Dalam proyek tol pertama di era Jokowi tersebut, PT Mitra Kembar dipercaya mengerjakan tiga paket pekerjaan dengan nilai kontrak total mencapai Rp100 miliar, sebagaimana disampaikan Camelia dalam keterangannya pada 16 Januari 2026.
Namun dalam pelaksanaannya, Camelia mengungkapkan bahwa proyek dikerjakan di bawah tekanan target peresmian. Pekerjaan dipercepat karena proyek dikejar waktu menyusul rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Medan untuk memberikan penghargaan atas pembangunan tol tercepat.
“Pekerjaan kami sudah hampir 90 persen selesai. Namun setelah proyek rampung dan penghargaan diberikan, volume pekerjaan yang kami ajukan justru diklaim hanya sekitar sepertiganya,” ungkap Camelia.
