Teropongistana.com Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti lonjakan signifikan anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di DKI Jakarta dari tahun 2025 ke 2026. Menurutnya, kenaikan anggaran tersebut patut dicurigai dan perlu segera diselidiki aparat penegak hukum.

Uchok mengungkapkan, pada tahun 2025 anggaran OMC yang dialokasikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNBD) hanya sebesar Rp13,9 miliar. Namun pada tahun 2026, anggaran tersebut melonjak drastis menjadi Rp31 miliar, atau naik sekitar Rp18 miliar.

“Kenaikan anggaran OMC ini sangat tinggi dan tidak masuk akal. Dari Rp13,9 miliar di tahun 2025 melonjak menjadi Rp31 miliar di tahun 2026. Ini harus dipertanyakan,” ujar Uchok Sky kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir di Jakarta. Kebijakan tersebut diambil menyusul prediksi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang diperkirakan berlangsung cukup panjang di wilayah ibu kota.

“Tadi pagi kami menerbangkan untuk OMC, untuk modifikasi kembali. Jadi untuk Jakarta, bekerja sama dengan pemerintah pusat, BMKG,” kata Pramono di Jakarta.

Namun demikian, Uchok Sky menilai kenaikan anggaran tersebut justru lebih menguntungkan pihak tertentu. Ia secara terbuka mengkritik peran BMKG dalam pelaksanaan OMC yang dinilai hanya menjadi “langganan” penerima anggaran setiap tahun.