“Sudah saatnya program MBG dihentikan atau setidaknya ditinjau ulang secara menyeluruh dan transparan. Jika benar anggaran pendidikan terpotong untuk membiayai program ini, maka kebijakan tersebut berpotensi merugikan kepentingan jangka panjang bangsa,” jelasnya.
Front Pemuda Madura juga mengajukan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Pusat agar segera hentikan program MBG yang diduga menggerus anggaran pendidikan dan mencederai amanah konstitusi.
“Kembalikan seluruh anggaran pendidikan ke fungsi utamanya untuk memperbaiki kualitas sekolah, kesejahteraan guru, dan fasilitas belajar,” tutur Syaiful.
“melakukan audit total skema anggaran serta pengadaan MBG agar tidak menjadi ruang keuntungan bagi kelompok tertentu; serta menolak segala bentuk kebijakan yang berpotensi memperkaya oligarki dan memastikan uang rakyat digunakan untuk kesejahteraan anak bangsa,” sambung Syaiful.




