“Negara tidak akan pernah meninggalkan salah satu anaknya yang mengalami kesulitan di luar negeri,” tegas Anton sambil menepuk bahu Septi dengan penuh kasih sayang.
Anton menambahkan bahwa kasus Septi bukan hanya sebuah peristiwa tunggal, melainkan pelajaran penting bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Jangan pernah mudah percaya pada janji-janji manis yang tidak jelas prosedurnya. Periksa legalitas setiap perusahaan yang menawarkan pekerjaan, dan selalu ikuti jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri,” imbuhnya dengan nada penuh peringatan.
Bagi Septi, hari itu bukan hanya hari ia kembali ke tanah air melainkan hari di mana ia merasakan bahwa negara sungguh ada untuknya, meskipun dalam kondisi yang paling sulit. Dan bagi banyak orang, kisahnya menjadi pengingat bahwa kehati-hatian adalah benteng terbaik melawan modus-modus kejahatan yang terus berubah bentuk.




