Teropongistana.com Jakarta – Situasi di Timur Tengah memanas akibat serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, yang dibalas Iran dengan serangan rudal balistik dan drone ke Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk. Bandara-bandara tersibuk di Timur Tengah ditutup, dampaknya sejumlah rute penerbangan tidak bisa dioperasikan.
Yang paling mengkhawatirkan, penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama kapal-kapal tanker minyak bumi berdampak pada pasokan energi dunia. Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah, sehingga dalam jangka pendek bisa berpengaruh terhadap ketersediaan pasokan.

Sesaat setelah meletupnya konflik, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi. Indonesia juga menyesalkan gagalnya perundingan nuklir Iran yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Semua pihak diharapkan untuk menahan diri dan mengedepankan dialog, serta menghormati kedaulatan wilayah.
“Relawan mendukung penuh Prabowo menjadi mediator konflik antara Iran dan Amerika-Israel,” ungkap Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak) 08 Revitriyoso Husodo, yang juga merupakan komisaris BUMN PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), melalui press release di Jakarta, pada Rabu (4/3).

Menurut Revitriyoso, langkah Prabowo menjadi perwujudan politik luar negeri bebas aktif dan amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian di dunia. “Dalam 1,5 tahun pemerintahan, Prabowo berhasil membawa kembali Indonesia ke panggung dunia dan menjadi negara yang diperhitungkan,” lanjut Revitriyoso.
Baru-baru ini Prabowo menghadiri KTT perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) bersama negara-negara Muslim, seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Maroko. Indonesia pun menjadi negara pertama yang menyatakan kesediaan mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, di bawah payung International Stabilization Force (ISF).






