Teropongistana.com Jakarta – Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Israel telah memasuki minggu pertama, dimulai sejak serangan terhadap Iran yang mengakibatkan kematian pemimpin negara tersebut, Ayatolah Ali Khamenei.
Menurut DR Jerry Massie MA, Ph.D, Pakar Politik Amerika dan Internasional sekaligus Direktur P3S, perang ini tidak terlalu sulit bagi AS mengingat hanya sebagian kecil kekuatan militer mereka yang dikerahkan. Hanya 15-20 persen kekuatan AS terlibat, dengan dua kapal induk bernilai Rp200 triliun masing-masing, yakni Abraham Lincoln dan Gerald Ford, yang mampu menenggelamkan 30 kapal perang Iran di Teluk Persia.
Untuk kekuatan udara, AS mengerahkan 200 pesawat tempur, termasuk pesawat bomber paling canggih di dunia yaitu B2 Spirit dengan jangkauan terbang 11 ribu km, harganya Rp35 triliun, dan mampu mengangkut 18 ton bom serta 16 bom nuklir. Selain itu, juga ada pesawat generasi baru penerus F-16 yakni F-35 Lightning II, beserta jet tempur canggih lainnya seperti F-22 Raptor, B83, dan B67.
Salah satu senjata yang menjadi sorotan adalah bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrator yang berhasil menghancurkan pusat rudal balistik dan drone Iran yang berada di bawah tanah. Pesawat F-35 juga menunjukkan kemampuannya dengan menembak jatuh drone canggih Iran Shaded 139 di dekat kapal induk. AS juga menggunakan senjata pamungkas berupa laser Helios yang mampu menghalau dan menghancurkan ratusan drone serta rudal Iran, sementara Israel mengandalkan sistem penangkis Iron Dome.
Menurut Global Navy Index, AS menempati peringkat pertama kekuatan laut dunia dengan skor 100, memiliki 20 kapal utama dan 146 personel kombatan utama, diikuti oleh China dan Rusia. Anggaran militer AS mencapai $895 miliar, jauh melampaui Iran yang hanya $15,45 miliar. Jumlah pesawat tempur AS yang dikerahkan hanya 200 unit dari total 13.043 pesawat, sementara Iran hanya memiliki 551 pesawat tempur.
Serangan Iran hanya berhasil menghantam pangkalan militer AS di Kuwait dan Arab Saudi. Sebaliknya, konektivitas internet Iran hanya tersisa 1 persen, ekonomi negara ini terganggu parah dengan nilai tukar mata uang mencapai 1,4 juta per dolar AS. Serangan Israel dalam waktu 40 menit juga menewaskan 40 pejabat Iran di dalam bunker yang disebut “bunker kiamat” Khamenei di pusat kota Teheran.

