“Dua tahun lalu bahkan saya mengadakan bedah buku saya yang berjudul ‘Cakrawala 19’ di kampus tersebut. Mereka menerima saya dengan baik dan antusias mengikuti kegiatan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga sempat menghadiri Seminar Nasional Komunikasi (Senakom) yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi.
“Jadi setiap ada kegiatan di sana, saya selalu ingin mengikuti.
Setiap diundang saya selalu berusaha datang, dan saya selalu ingin kembali ke sana,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ario juga mengusulkan pembentukan Pusat Studi Keamanan Maritim di lingkungan Program Studi Hubungan Internasional. Menurutnya, pusat studi tersebut tidak hanya akan memfasilitasi minat penelitian mahasiswa, tetapi juga berpotensi meningkatkan reputasi universitas.
“Ini tidak sebatas memfasilitasi mahasiswa yang berminat melakukan penelitian di bidang keamanan maritim, tapi juga akan mengangkat nama Universitas Budi Luhur, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan doa agar Universitas Budi Luhur terus berkembang sebagai pusat pengetahuan.
“Saya berharap Universitas Budi Luhur menjadi power of knowledge yang mampu menanamkan nilai-nilai kebudiluhuran pada masyarakat Indonesia di berbagai bidang ilmu.”
Dyt



