Teropongistana.com JAKARTA – Program Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid menggelar seminar nasional bertajuk “Apakah Kita Menuju Perang Besar Dunia? Membaca Konflik Iran–Israel–AS” pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum diskusi intelektual yang menghadirkan tiga pakar dari berbagai perspektif untuk membedah eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian kompleks.
Hadir sebagai narasumber, KH. Fathurahman Yahya (analis geopolitik Timur Tengah/DIK-29), Didin Nasirudin (praktisi komunikasi strategis/DIK-35), dan Henry Sianipar (DIK-33) selaku produser media nasional. Diskusi dipandu Mochammad Husni (DIK-31), Vice President Corporate Communication PT Astra Agro Lestari Tbk.
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Sahid Sudirman Residence Lt. 5, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta Pusat, diawali sambutan Kaprodi Program Doktor Ilmu Komunikasi, Dr. Yoga Santoso. Ia menegaskan bahwa konflik Iran–Israel–AS tidak bisa lagi dilihat sebagai sekadar benturan militer biasa, melainkan krisis multidimensi.
“Dunia saat ini tidak hanya berhadapan dengan potensi eskalasi perang fisik, tetapi juga perang persepsi, framing, dan perebutan makna di tingkat global. Konflik ini harus dibaca secara utuh sebagai peristiwa global yang berdampak pada ekonomi, diplomasi, media, hingga opini publik internasional,” ujar Yoga.
Menurutnya, forum ini penting di tengah derasnya arus informasi, propaganda, dan polarisasi opini. Kampus, kata dia, harus hadir sebagai ruang intelektual yang memberi perspektif jernih, bukan sekadar mengikuti arus informasi.
Diskusi membedah konflik dari tiga sudut utama, yakni akar sejarah dan geopolitik, arah permainan strategis serta kemungkinan akhir konflik (endgame), serta perang narasi di era digital yang melibatkan media, kecerdasan buatan (AI), dan disinformasi.

