Teropongistana.com Jakarta – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, melontarkan kritik keras menyikapi kasus yang memalukan ini. Ia menilai, penangkapan Dr. Hery Susanto yang baru 6 hari dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Ombudsman RI justru membuka kelemahan fatal dalam sistem penyaringan pejabat negara.
Menurut Boyamin, integritas Hery sebenarnya sudah dipertanyakan dan diketahui oleh internal Ombudsman sendiri. Kondisi ini seharusnya memudahkan Panitia Seleksi (Pansel) dan Komisi II DPR RI untuk melacak rekam jejak serta kinerjanya selama menjabat sebagai Komisioner.
“Ini pertanyaan besar bagi publik. Bagaimana bisa orang dengan jejak kasus hukum seberat ini lolos bersih dari skrining? Pansel dan Komisi II DPR RI harus menjelaskan mekanisme seleksinya bagaimana. Apakah benar sudah bekerja maksimal?” ujar Boyamin dengan nada tegas, Sabtu (18/4/2026)
Boyamin Minta Kejagung Telusuri Jejak Pertemuan di Hotel dan Restoran
Lebih jauh, Boyamin meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap senilai Rp1,5 miliar ini. Mengingat selama ini Hery Susanto sepenuhnya menangani isu-isu sensitif terkait tambang, maka pola gerak-geriknya perlu digali lebih dalam.
“Kejagung harus menelusuri jejak Hery Susanto dalam melakukan pertemuan dengan oknum pengusaha tambang, baik di hotel maupun restoran. Sangat mencurigakan, dia sering menginap di hotel-hotel di Jakarta padahal kantor dan rumahnya juga berada di Jakarta,” papar Boyamin.


