Teropongistana.com Samarinda – Menanggapi situasi politik dan berbagai kejanggalan yang terjadi di Kalimantan Timur, Direktur Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie, memberikan pandangan sangat keras dan mendesak.
Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul belakangan ini, mulai dari isu pengadaan aset mewah yang gagal hingga renovasi rumah dinas yang nilainya di luar nalar, sudah cukup menjadi alasan kuat bagi penegak hukum untuk turun tangan.
“Saya melihat ada banyak hal yang tidak beres dan memunculkan pertanyaan besar di publik. Ada proyek mobil yang diagarkan Rp8,5 miliar tapi gagal, lalu ada anggaran renovasi rumah dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang mencapai Rp25 miliar. Ini bukan sekadar kejanggalan, tapi terlihat jelas sebagai pemborosan dan potensi mark-up,” tegas Jerry Massie, Senin (20/4/2026)
Jerry menilai, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat ini tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dalam menjaga fiskal daerah. Anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat justru habis untuk proyek-proyek yang tidak jelas manfaatnya.
“Saya pikir Gubernur Rudy Mas’ud ini tak punya jiwa kepemimpinan dan tidak menjaga fiskal dengan baik, tapi hanya melakukan pemborosan. Angka Rp25 miliar untuk renovasi itu jauh dari nalar, apalagi totalnya mencakup rumah gubernur, wagub, dan penataan ruang kerja. Meski diklaim fisiknya hanya Rp3 miliar dan sisanya untuk perabot, saya kira sangat wajar jika publik curiga terjadi mark-up anggaran yang besar,” tambahnya.
Oleh karena itu, Jerry kembali menegaskan desakannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun ke Kaltim.
