Apresiasi tertinggi atas capaian ini juga disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Penghargaan tersebut disampaikan saat ia melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Filial BULOG Karawang, di mana ia melihat langsung tumpukan beras yang memenuhi ruang penyimpanan dengan rapi dan teratur.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Direktur Utama BULOG beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Berkat kerja keras semua pihak, hari ini kita bisa merayakan keberhasilan di mana stok cadangan beras pemerintah berhasil menembus angka 5 juta ton. Ini adalah prestasi luar biasa yang sangat berarti bagi keberlangsungan ketahanan pangan negara kita,” ujar Menteri Andi Amran Sulaiman.

Kabar membanggakan ini disambut dengan penuh rasa syukur, kebanggaan, dan antusiasme mendalam oleh Pimpinan Cabang Perum BULOG Lebak, Muhammad Syaukani. Baginya, pencapaian bersejarah yang diraih secara nasional ini bukan sekadar catatan di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh seluruh tim di lapangan telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

“Alhamdulillah, ini adalah anugerah yang patut kita syukuri bersama dan menjadi kebanggaan kita semua. Dari total stok nasional yang kini mencapai angka fantastis tersebut, wilayah Lebak dan Pandeglang turut memberikan kontribusi nyata. Ini menjadi bukti bahwa kami senantiasa hadir, bekerja dengan sepenuh hati, dan berperan aktif dalam menjaga kestabilan pasokan serta mengendalikan harga pangan di wilayah kerja kami. Kami siap melayani kapan saja, baik saat situasi berjalan normal maupun ketika dihadapkan pada berbagai tantangan yang mungkin muncul,” kata Muhammad Syaukani dengan nada penuh semangat, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan lebih rinci, dari keseluruhan kontribusi yang diberikan wilayahnya, jumlah stok beras yang dikelola secara langsung dan profesional oleh tim BULOG Cabang Lebak dan Pandeglang mencapai sekitar 24.000 ton setara beras. Angka ini tidak diraih dengan mudah, melainkan hasil dari penerapan berbagai strategi dan upaya maksimal yang dilakukan secara berkelanjutan.

Mulai dari kegiatan penyerapan hasil panen petani dengan harga yang adil dan menguntungkan, sehingga kesejahteraan petani pun terjaga dan mereka mendapatkan nilai yang layak atas kerja kerasnya; pengelolaan pergudangan yang menggunakan sistem modern serta perawatan yang ketat dan teratur agar kualitas beras tetap terjaga dalam jangka waktu lama; hingga terjalinnya kerja sama yang erat, harmonis, dan saling mendukung dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan di lapangan.