teropongistana.com, Jakarta— Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., meresmikan pembangunan gedung baru Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan ditandai proses peletakan batu pertama pembangunan gedung, Rabu (23/4/2026). Prosesi berlangsung khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama saat meletakan batu pertama pondasi gedung fakultas.

Gedung baru fakultas sendiri akan diberi nama Gedung Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai bentuk penghormatan terhadap Menteri Agama RI atas kiprah keilmuan dan sosial keislamannya, baik sebagai Menteri Agama RI mupun salahsatu akademisi pengajar Fakultas Ushuluddin. Lainnya, nama ini juga menjadi simbol penguatan kembali posisi Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta sebagai pusat kajian keislaman unggulan di Indonesia dan dunia.

Selain diresmikan langsung oleh Menteri Agama, prosesi dimulainya pembangunan gedung dihadiri pimpinan dan pejabat di lingkungan Kementerian Agama RI dan UIN Jakarta. Diantaranya Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Syahiron, M.A., Penasehat DWP Kementerian Agama RI Dra. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M. Si, Rektor Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D., pada Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Agama RI, para wakil rektor, para kepala biro, senat universitas dan lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa Fakultas Ushuluddin UIN Jakarra memiliki sejarah panjang sebagai episentrum studi Islam di Indonesia. Ia menyinggung kontribusi tokoh-tokoh besar seperti Prof. Harun Nasution dan Prof. Quraish Shihab yang lahir dari rahim fakultas tersebut.

“Fakultas Ushuluddin harus kembali menjadi rujukan. Kita tidak hanya menjadi konsumen keilmuan, tetapi harus jadi produsen dalam pengembangan ontologi dan epistemologi keislaman,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan distingsi keilmuan khas Indonesia serta mendorong transformasi fasilitas akademik berbasis teknologi. Menurutnya, gedung baru fakultad harus dilengkapi e-library, ruang diskusi ilmiah, serta sarana yang mampu membangun ekosistem akademik yang produktif.