“Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang buku, tetapi pusat akses pengetahuan digital. Dosen dan peneliti harus didorong aktif mempresentasikan karya dan risetnya,” ujarnya.

Pembangunan gedung ini, lanjutnya, merupakan jawaban atas keterbatasan ruang dan fasilitas yang selama ini dihadapi Fakultas Ushuluddin. Ia berharap anggaran pembiayaan pembangunan bisa mencukupi kebutuhan pembiayaan.

Rektor Asep Saepudin Jahar dalam kesempatan yang sama ikut menegaskan jika pembangunan gedung fakultas ini sejalan dengan capaian global kampus yang kini menempati peringkat ke-29 dunia bidang studi agama-agama versi QS World University Rankings by Subject 2026.

“Ini momentum untuk memperkuat integrasi keilmuan dan meningkatkan kualitas program studi. Kami juga tengah mempersiapkan transformasi menuju PTKN-BH,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama atas dukungan yang diberikan, seraya berharap pembangunan ini menjadi amal jariyah bersama bagi kemajuan UIN Jakarta.

Data resmi panitia pembangunan menyebut, gedung akan dibangun di Kampus II UIN Jakarta dengan luas lahan sekitar 2.889,7 m² dan total luas bangunan mencapai 4.554 m² yang terdiri dari tujuh lantai. Proyek ini telah memenuhi aspek legalitas dan didukung infrastruktur dasar yang memadai.

Menutup sambutannya, Menteri Agama mengingatkan agar pembangunan berjalan sesuai rencana, sehingga bisa digunakan di tahun depan.

“Jangan berhenti di peletakan batu pertama. Bangunan ini harus segera diselesaikan, diisi, dan dimanfaatkan secara optimal. Jaga kebersihan dan efektivitasnya,” pesannya.

Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Prof. Ismatu Ropi M.A. Ph.D. menyambut positif pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin ini. Ia berharap pembangunan gedung ini menjadi titik balik penguatan tradisi keilmuan Islam yang unggul, sekaligus mempertegas posisi UIN Jakarta di tingkat global.

“Terima kasih Pak Menteri Agama RI, Pak Rektor, dan para pihak terkait pembangunan. Semoga berjalan lancar dan bisa digunakan secepatnya,” harapnya. (Ism)