Teropongistana.com Jakarta – Aroma kemewahan dan narasi provokatif kembali menyelimuti lingkaran inti politisi senior Golkar sekaligus anggota DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Belum usai publik menyoroti gaya hidup jet set para pejabat, kini giliran staf khusus Bamsoet, Agus Hadsoe, yang memantik kegaduhan lewat unggahan di jet pribadi dengan jaket berlogo DPR RI.
Wakil Ketua DPN Gema Kosgoro, Agus Syafrudin, angkat bicara menanggapi fenomena “sok keras” di atas awan tersebut. Menurutnya, tindakan staf khusus yang memamerkan kemewahan dibalut narasi bernada ancaman adalah bentuk pengkhianatan terhadap etika publik.
Kritik Tajam Gema Kosgoro
Agus Syafrudin menegaskan bahwa seorang staf khusus seharusnya merepresentasikan nilai-nilai kerakyatan, bukan justru memposisikan diri sebagai entitas yang menakutkan bagi rakyat.
“Sangat tidak etis dan memuakkan. Seorang staf khusus yang digaji dari uang negara atau setidaknya bekerja untuk pejabat negara, pamer jet pribadi dengan jaket berlogo institusi negara, lalu menulis kalimat seolah-olah mereka adalah predator bagi rakyat. Kalimat ‘ketika diam kami menjadi ketakutanmu’ itu gaya premanisme, bukan gaya intelektual seorang staf ahli,” ujar Agus Syafrudin saat dihubungi, Senin (4/5).
Agus menambahkan, Bamsoet sebagai atasan harus bertanggung jawab atas perilaku “liar” anak buahnya di ruang digital. Ia menilai hal ini mempertebal jarak antara rakyat dengan wakilnya.
“Rakyat sedang susah secara ekonomi, tapi mereka justru asyik ‘terbang’ tinggi sambil melempar provokasi. Ini adalah sinyal kuat adanya krisis empati yang kronis di lingkaran kekuasaan,” tegasnya.

