Regulasi baru ini dinilai sebagai tonggak transformasi besar menuju sistem hukum yang lebih humanis dan berkeadilan. Namun, hal ini menuntut peningkatan kapasitas, pemahaman mendalam, serta konsistensi penerapan yang tidak ringan.

“Tantangan ke depan bukan hanya soal menegakkan aturan, tapi juga bagaimana beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk tuntutan transparansi dan kepercayaan publik yang semakin tinggi,” ujarnya.

Soliditas Harus Dibangun Tanpa Eksklusivitas

Sutikno menambahkan, keberhasilan PERSAJA di usia ke-75 ini tidak hanya diukur dari kekuatan internal semata, melainkan dari kontribusinya mewujudkan keadilan. Solidaritas dan jiwa korsa harus tetap kuat, namun tetap dibalut dengan keterbukaan dan profesionalisme agar tidak terkesan eksklusif.

“Melalui momentum ini, kami harap seluruh jajaran semakin termotivasi bekerja maksimal demi mewujudkan sistem hukum yang adil, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.