Teropongistana.com Jakarta – Di tengah sorotan besar terhadap pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) kembali diguncang skandal. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada pengadaan perangkat printer canggih yang diduga menjadi ajang pemborosan dan mark up harga yang sangat fantastis.
Printer tipe HP OfficeJet Pro 9730 A3 yang didistribusikan secara masif untuk kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dari Sabang sampai Merauke, dinilai memiliki banyak kejanggalan. Selain mempertanyakan urgensi penggunaan barang impor di tengah gencarnya kampanye produk dalam negeri (TKDN), harga pembelian pemerintah justru jauh lebih mahal dibanding harga pasar.
Harga Pemerintah Lebih Mahal dari Toko Kelontong
Berdasarkan dokumen Surat Pesanan Elektronik (SPE) yang bocor, tercatat pembelian 500 unit printer dilakukan kepada PT Eureka Indotama Perkasa oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dohardo Pakpahan.
Dalam dokumen tersebut, harga yang dipatok mencapai Rp 11.900.000 per unit (sudah termasuk PPN, satu set tinta tambahan, dan garansi tiga tahun).
Namun, survei harga di berbagai marketplace resmi justru menunjukkan fakta yang mencengangkan:
✅ Harga Retail Tertinggi: Jika dibeli eceran lengkap dengan tinta tambah dan garansi, harganya hanya berkisar Rp 9,4 juta – Rp 9,6 juta.

