Sebelumnya, kericuhan juga terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jumat, setelah Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League usai kalah 0-1 dari Adhyaksa.

Kekecewaan suporter Persipura memicu aksi turun ke lapangan, perusakan fasilitas stadion, hingga pembakaran sejumlah kendaraan.

Menanggapi situasi tersebut, Yunus menegaskan bahwa hingga kini PSSI belum mencabut larangan suporter tandang. Menurutnya, keputusan terkait sistem home dan away bagi suporter masih akan dibahas bersama operator liga dan jajaran Komite Eksekutif PSSI.

“Kami akan melihat perkembangan dan melakukan evaluasi bersama apakah suporter tandang sudah layak dibuka kembali atau belum,” katanya.

Meski diwarnai sejumlah insiden, Yunus tetap bersyukur kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia musim ini dapat berjalan hingga selesai.

“Secara keseluruhan Championship berjalan lancar meski ada beberapa kejadian yang menjadi bahan evaluasi bersama. Ke depan, kompetisi ini harus terus dijaga dan dirawat agar semakin baik,” tutupnya.