Teropongistana.com Jakarta – Langkah tegas CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, yang melarang keras praktik financial engineering atau pemolesan laporan keuangan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat sambutan positif.
Ketua Projo Provinsi Banten, Zulhamedi Syamsi, menilai kebijakan tersebut sebagai “obat pahit” yang sangat mendesak untuk mengobati penyakit menahun yang selama ini menjangkit perusahaan pelat merah, yakni fenomena “Laba Kertas”.

“Langkah Pak Rosan ini sangat tepat. Ini adalah obat yang memang dibutuhkan untuk membersihkan praktik kotor yang selama ini terjadi,” ujar Zulhamedi kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
*Stop Manipulasi: Laba Tinggi tapi Kas Kosong*
Zulhamedi menyoroti kritik tajam Rosan mengenai realita banyak BUMN yang terlihat gemilang di atas kertas dengan laba fantastis, namun nyatanya mengalami kesulitan likuiditas atau cash flow yang seret.
Menurutnya, kondisi ini seringkali ditutupi oleh direksi melalui praktik window dressing demi menjaga citra dan performa semu di mata pemegang saham.




