Teropongistana.com Subang – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 masih menyisakan sejumlah catatan penting yang harus segera dibenahi. Hal ini diungkapkan secara gamblang oleh Anggota DPR RI Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq, setelah menerima banyak laporan langsung dari para jemaah maupun panitia penyelenggara di berbagai embarkasi keberangkatan.
Duduk santai di Warung Mang SiHejo, kawasan Puri Subang Asri, Senin (11/5/2026), Kang Maman sapaan akrabnya membongkar tiga masalah besar yang menjadi sorotan utama, mulai dari pemeriksaan kesehatan, ketersediaan tempat tinggal, hingga maraknya praktik jalur gelap yang merugikan masyarakat.
Kesehatan Jemaah: Tak Ada Kompromi
Masalah pertama yang menjadi perhatian serius adalah soal standar kesehatan calon jemaah. Menurut Kang Maman, masih ditemukan kasus di mana jemaah diberangkatkan namun ternyata kondisi fisiknya tidak layak, sehingga harus dipulangkan atau tertahan begitu tiba di Tanah Suci. Hal ini tentu sangat merugikan secara biaya maupun mental bagi jemaah yang sudah menunggu bertahun-tahun.
“Syarat istitaah kesehatan harus benar-benar diketatkan di awal. Jangan sampai ada kasus jemaah sudah sampai di Arab Saudi, tapi baru diketahui kesehatannya tidak memenuhi syarat lalu harus dikembalikan. Itu hal yang sangat menyedihkan dan merugikan. Pemerintah harus memastikan skrining awal ini akurat dan ketat,” tegas Kang Maman.
Hotel Madinah Sempat Overkapasitas
Selain masalah kesehatan, politisi asal Jawa Barat ini juga menyinggung keluhan soal akomodasi. Ia mengaku mendapat laporan bahwa beberapa hotel di Madinah mengalami kelebihan kapasitas, di mana satu kamar diisi melebihi ketentuan standar yang disepakati.
“Kami langsung melakukan tindakan cepat, menghubungi Daker (Daerah Kerja) di Madinah hingga pihak pengelola syarikah. Alhamdulillah, masalah kelebihan muatan kamar itu sudah kami tindak lanjuti dan diperbaiki saat ini juga agar kenyamanan jemaah tetap terjaga,” ungkapnya.