Teropongistana.com Jakarta – Waktu perlahan membawa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ke persimpangan sejarah yang menentukan. Masa bakti Ketua Umum Jerry Sambuaga (2022–2027) kini memasuki penghujung, dan seluruh pandangan serta harapan kader dari Sabang hingga Merauke terpusat pada Musyawarah Nasional (Munas) X AMPI 2027. Di forum demokrasi tertinggi ini, akan dipilih sosok nahkoda baru yang mengemudikan kapal besar ini selama lima tahun ke depan menuju 2032 dan menyambut gerbang keemasan Indonesia 2045.
Di tengah riuh dinamika dan pergerakan nama, satu nama melangkah tenang namun kokoh seolah telah ditakdirkan: Muhammad Arief Rosyid Hasan. Wakil Ketua Umum AMPI dan Sekretaris Akademi Partai Golkar ini tampil sebagai calon terkuat, dan prediksi ini disampaikan dengan penuh keyakinan serta kedalaman analisis oleh Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), lembaga riset yang dikenal tajam dan objektif dalam mengkaji dinamika politik serta kebijakan publik di Indonesia.

Bagi Jerry Massie, yang selalu mengukur pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas intelektual, dan keberpihakan pada rakyat, pandangan ini bukan sekadar asumsi politik, melainkan kesimpulan hasil kajian mendalam yang lahir dari pengamatan panjang terhadap sosok Arief Rosyid.
“Saya mengamati perjalanan Muhammad Arief Rosyid Hasan sejak lama. Dan saya katakan dengan sangat tegas serta yakin: Di Munas AMPI 2027 nanti, beliau adalah sosok yang paling pantas, paling utuh, dan hampir pasti akan terpilih menjadi nahkoda baru. Arief adalah definisi nyata pemimpin masa depan; perpaduan harmonis antara ketajaman pikiran strategis, kehangatan hati kerakyatan, dan kekuatan aksi nyata. Ini adalah paket lengkap yang selama ini menjadi dambaan AMPI,” ujar Jerry Massie, Sabtu (17/5/2026).

SAAT KESIAPAN BERTEMU PANGGILAN SEJARAH
Lima tahun silam, di Bandung, Jerry Sambuaga memulai langkah membawa napas baru bagi pemuda Golkar. Kini, saat jam pasir masa bakti perlahan habis, AMPI berdiri di ambang babak baru: butuh pemimpin yang tidak hanya paham aturan dan struktur, tapi yang mampu merajut aspirasi pemuda, ekonomi, dan keadilan sosial dalam satu simpul kuat.



