Teropongistana.com Tangerang – Nasib pilu dialami Yusi (60), seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang telah mengabdi belasan tahun di Karawaci, Kota Tangerang. Alih-alih mendapatkan perlakuan yang baik di usia senja, wanita tua ini justru menjadi korban penganiayaan sadis dan perampasan yang dilakukan oleh majikannya sendiri, berinisial Y dan G yang merupakan sepasang kekasih. Bahkan, dalam kejadian tersebut turut terlibat oknum polisi yang bertugas di Polsek Karawaci.
Peristiwa kelam ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.30 WIB, bermula dari tuduhan tak berdasar bahwa Yusi diduga telah mencuri kalung emas milik Y. Meski Yusi sudah berterus terang dan membantah keras tuduhan tersebut, sang majikan justru marah dan melakukan kekerasan fisik secara bertubi-tubi.
Penasehat Hukum korban, Rendy Kurniawan yang juga Aktivis Pemuda Tangerang Raya, menjelaskan, kekerasan yang dialami kliennya sangat tidak manusiawi. Yusi disabet menggunakan gesper di bagian punggung, dipukuli di sekujur tubuh dan kepala, lalu diseret paksa masuk ke dalam mobil.
“Terduga pelaku Y dan G memukuli dan menyabet tubuh korban hanya karena dipaksa mengaku melakukan pencurian yang sebenarnya tidak pernah ia lakukan. Setelah babak belur, korban diseret ke rumahnya sendiri, dan di sana mereka melakukan penggeledahan. Yang membuat miris, mereka membawa serta satu oknum polisi dari Polsek Karawaci, namun sama sekali tidak membawa surat perintah resmi,” ungkap Rendy saat ditemui, Senin (18/5/2026).
Sesampainya di kediaman korban, rombongan tersebut mengobrak-abrik isi rumah hingga banyak barang rusak, demi mencari perhiasan yang dituduhkan hilang. Karena tidak menemukan barang yang dicari, Yusi kembali dipaksa ikut ke kantor Polsek Karawaci. Di sana, ia kembali diinterogasi dan ditekan untuk mengakui perbuatan yang bukan tindakannya.
“Di tengah proses itu, terjadi hal yang makin kejam. Di samping tersiksa batin dan fisik, handphone serta sepasang anting emas 2 karat milik pribadi korban justru diambil dan dirampas oleh Y dan G. Ini jelas tindak pidana beruntun,” tegas Rendy.