Tak terima nasib kliennya diperlakukan semena-mena, Tim Penasehat Hukum bersama Yusi akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Tangerang Kota. Laporan resmi telah diterima dengan nomor: LP/B/9255/V/2026/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya.
Dalam laporannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 466 tentang Penganiayaan dan Pasal 482 tentang Perampasan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru).
Rendy pun mendesak Kapolres Metro Tangerang Kota untuk menaruh perhatian serius dan memproses hukum seluruh pihak yang terlibat, baik majikan maupun oknum polisi yang dinilai telah menyalahgunakan wewenang dan melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) penegakan hukum.
“Kami minta keadilan. Para pelaku dan oknum yang membantu mereka harus diusut tuntas dan bertanggung jawab secara hukum, agar kejadian serupa tidak menimpa pekerja rumah tangga lainnya,” pungkas Rendy.
