Hyundai menghadirkan fondasi armada melalui sasis Hyundai Elec City berukuran 12 meter yang telah digunakan secara global. Untuk pasar Indonesia, sasis tersebut hadir dalam konfigurasi setir kanan dengan baterai yang ditempatkan di bagian atap kendaraan.

Selanjutnya, PT Samudra Teknindo Hydraumatic sebagai distributor resmi Hyundai truk dan bus di Indonesia memastikan dukungan distribusi serta layanan purna jual bagi armada tersebut. Adapun proses pembangunan bodi bus dilakukan oleh PT Laksana Bus Manufaktur di fasilitas produksi mereka di Ungaran, Jawa Tengah.

Bus Legacy SR3 Neo Panorama listrik tetap mempertahankan ciri khas kaca panoramik tunggal dengan kabin luas dan modern. Namun perbedaan paling mencolok hadir dari operasionalnya yang lebih senyap dibandingkan bus konvensional.

Bek Persija, Paulo Ricardo, yang hadir bersama Jean Mota, mengaku terkesan dengan kenyamanan armada baru tersebut.

“Bus listrik ini terasa sangat istimewa dan sangat nyaman, sebuah bus yang tidak sekadar alat transportasi, tetapi juga cara Persija berjalan berdampingan dengan alam untuk saling menjaga,” ujar Paulo Ricardo.

Kehadiran bus listrik tersebut menjadi simbol komitmen Persija terhadap profesionalisme dan keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi antara Hyundai, Samudra Teknindo Hydraumatic, dan Laksana Bus Manufaktur diharapkan mampu menghadirkan armada modern yang siap mengantar skuad Macan Kemayoran mengarungi musim baru.