Ia mengingatkan kembali pada akar lahirnya Projo: tumbuh dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Oleh sebab itu, setiap langkah yang diambil dalam forum demokrasi organisasi ini, haruslah selalu berpijak pada kepentingan masyarakat luas.
“Kepada seluruh sahabat, kader hebat, dan pimpinan yang hadir di sana. Jalankanlah Konferda ini dengan hati lapang, pikiran jernih, dan semangat baja. Jadikan momen ini sebagai titik balik penguatan barisan, penyatuan langkah, dan pembakaran kembali semangat juang kita,” ucap Medy.
“Ingatlah selalu sumpah dan janji suci kita: PROJO SETIA DI GARIS RAKYAT. Tidak peduli seberapa keras angin bertiup, seberapa tinggi ombak menghantam, kita tidak akan pernah bergeser dari posisi kita, yaitu berdiri kokoh, setia, dan melayani di barisan paling depan bersama rakyat kecil, rakyat pekerja, rakyat yang membutuhkan perlindungan dan pembelaan.” tambah Medy.
Medy juga berpesan agar ikatan persaudaraan antarwilayah terus dipererat, saling menguatkan, saling menopang, dan saling belajar. Banten melihat Jawa Barat sebagai saudara tua yang hebat, dan berharap apa yang dihasilkan di Jawa Barat bisa menjadi inspirasi dan cahaya penuntun bagi daerah-daerah lain.

“Kami di Banten bangga memiliki saudara seperjuangan sehebat Projo Jawa Barat. Teruslah menjadi pelita, teruslah menjadi tameng, dan teruslah menjadi pengawal aspirasi rakyat. Jaga marwah organisasi, jaga keharmonisan internal, dan buktikan kepada dunia bahwa Projo adalah rumah besar yang damai, kuat, dan bermartabat,” ujar Medy.
“Selamat menjalankan Konferda Projo Jawa Barat, sukses selalu, jaya selalu, dan maju terus Indonesia Raya,” sambung Medy.







