Data menunjukkan, dari total 27.208 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia sejak program digulirkan Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, sebanyak 8.182 SPPG atau sekitar 30 persen pernah dibekukan izin operasionalnya karena ditemukan berbagai pelanggaran, kelalaian, atau masalah kualitas makanan.

Kondisi ini mendorong pemerintah mengambil langkah tegas untuk memutus rantai masalah tersebut. Dengan susunan pimpinan baru, Presiden berharap tata kelola, sistem pengawasan, dan standar pelayanan dapat diperbaiki secara total agar lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Nanik Sudaryati Deyang sendiri sebelumnya merupakan salah satu wakil kepala di jajaran lama dengan lingkup tugas Komunikasi Publik dan Investigasi. Pengalamannya menangani sisi pengawasan dan komunikasi publik menjadi modal utama yang diharapkan mampu memulihkan kepercayaan serta memperketat pengendalian mutu di lapangan.

Program Makan Bergizi Gratis sejauh ini telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat, di mana sekitar 49 juta di antaranya adalah siswa sekolah. Dengan pergantian pucuk pimpinan ini, seluruh jajaran pegawai dan mitra kerja diimbau segera beradaptasi dan mendukung kepemimpinan baru demi memastikan amanat negara untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia tetap berjalan lancar dan lebih berkualitas.