Teropongistana.com Bandung – Penyelenggaraan Konferensi Daerah (Konferda) DPD PROJO Jawa Barat tahun 2026 menjadi tonggak krusial dalam upaya pemantapan konsolidasi internal organisasi secara nasional. Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Konferda yang digelar serentak di berbagai penjuru Tanah Air merupakan amanah mutlak hasil Kongres Ketiga PROJO yang digelar pada 2025 silam.

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi ketiga yang sukses menggelar agenda strategis ini, menyusul keberhasilan pelaksanaan serupa di Jawa Timur dan Riau. Setelah ini, rombongan pimpinan pusat dijadwalkan bergerak ke Makassar, Sulawesi Selatan, guna melanjutkan misi memantapkan struktur organisasi agar semakin kokoh, rapi, dan menjangkau seluruh pelosok Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie melontarkan pernyataan tegas dan lugas terkait prinsip dasar gerakan PROJO. Ia menegaskan, organisasi ini tidak mengenal pola kerja musiman yang hanya aktif saat menjelang pemilihan umum. Bagi PROJO, nasib, keluh kesah, serta harapan rakyat adalah prioritas yang harus dikawal 24 jam, bukan sekadar dijadikan komoditas politik lima tahunan.

“Pahami cara kerja organisasi kami: menyapa rakyat itu HARUS TIAP HARI, bukan cuma ingat warga saat butuh suara atau dukungan. Kita wajib hadir dan mendengarkan apa yang terjadi di masyarakat setiap saat. Jangan ada mentalitas ‘ada maunya baru datang’. Justru karena kami tiap hari dekat rakyat, kok malah disalahkan? Itu logika yang terbalik,” ujar Budi Arie dengan nada menohok.

“Pak Jokowi Adalah Milik Seluruh Rakyat Indonesia”

Budi Arie juga meluruskan berbagai penafsiran keliru dan isu simpang siur yang berkembang di kalangan politisi maupun pengamat mengenai aktivitas mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, yang belakangan ini kerap turun ke daerah memenuhi undangan masyarakat, termasuk rencana kunjungannya ke Cirebon.