Dari sisi spiritual, kedekatan dengan alam juga dapat meningkatkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Sementara dari sisi sosial, anak-anak yang sering berada di lingkungan alam dinilai lebih rendah hati, ramah, dan memiliki kepedulian terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

Komunitas Mata Tunas 17 yang berbasis di Kukusan, Depok, selama ini aktif mengembangkan kegiatan pendidikan lingkungan bagi siswa sekolah dasar dan menengah. Untuk mendukung program tersebut, komunitas ini bekerja sama dengan sejumlah lokasi wisata edukasi alam, di antaranya Sekolah Alam Wisata Alam Pangrango dan Bumi Perkemahan Raynia Camp di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Setiap tahun, peserta didik diajak mengikuti berbagai kegiatan di lokasi tersebut, baik dalam bentuk perkemahan maupun kunjungan sehari. Kegiatan yang dilakukan meliputi permainan edukatif, outbound, penjelajahan hutan, pengenalan lingkungan pedesaan, hingga pembelajaran budaya lokal seperti silat Cimande.

Peserta juga diperkenalkan dengan aktivitas pertanian, peternakan, dan perkebunan. Dalam kesempatan tertentu, mereka turut diajak mengunjungi Curug Cikaracak sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Mata Tunas 17 berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam serta memiliki karakter yang tangguh, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.