Teropongistana.com Bogor – Komunitas Mata Tunas 17, Satria, menekankan pentingnya memperkenalkan hutan dan lingkungan alam kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian bumi di masa depan.
Menurut Satria, kondisi bumi saat ini semakin rentan akibat berbagai bencana alam seperti kebakaran hutan, longsor, gempa bumi, dan banjir. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat mendorong pembukaan lahan baru yang tidak selalu diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Semakin hari bumi semakin tua dan rapuh. Karena itu, manusia harus berupaya menjaga ekosistem, melakukan reboisasi, serta menjaga kebersihan lingkungan, terutama kawasan hutan,” ujarnya, Selasa (17/6).
Ia menjelaskan bahwa regenerasi pengetahuan tentang alam harus dilakukan sejak dini. Salah satu caranya adalah mengajak anak-anak berinteraksi langsung dengan lingkungan alam, termasuk berjalan menyusuri jalur-jalur hutan yang aman dan ramah bagi anak.
Menurutnya, pengalaman berada di alam terbuka dapat menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan. Kenangan akan keindahan hutan akan tertanam dalam diri anak hingga dewasa dan berpotensi membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.
Selain itu, kegiatan di alam dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak. Anak yang terbiasa berinteraksi dengan alam cenderung memiliki imajinasi yang lebih berkembang, kreatif, tangguh, serta mampu mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi.





