Orang nomor satu di Papua Barat Daya itu menilai sinergi antara pemerintah daerah dan Polri selama ini telah berjalan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketenteraman merupakan tanggung jawab bersama. Namun, dalam pelaksanaannya Polri tetap menjadi garda terdepan sehingga kolaborasi harus terus diperkuat.
Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa mengatakan Polda Papua Barat Daya akan menambah kekuatan personel di wilayah Maybrat dan Tambrauw apabila terjadi peningkatan eskalasi gangguan keamanan.
Meski demikian, langkah tersebut tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan deteksi dini selama situasi masih terkendali.

Wakapolda memastikan Polda Papua Barat Daya terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, hingga aparat kampung dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
Perwira tinggi yang mendapat promosi jabatan sebagai Widyaiswara Tk. II Lemdiklat Polri itu mengatakan, momentum HUT Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan semata-mata sebagai penegak hukum.

“Kami juga akan terus terlibat langsung menghadapi berbagai dinamika masyarakat dengan mengedepankan pendekatan dialogis, bukan sekadar mengatur dari belakang,” tutup Wakapolda.
Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 semakin semarak dengan penampilan kelompok tari binaan Kasat Brimob Polda Papua Barat Daya yang membawakan tarian Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Papua Barat Daya juga menerima kue ulang tahun dari Pasmar 3 Sorong, Koarmada III Sorong, dan Kodam XVIII/Kasuari sebagai bentuk apresiasi dan sinergi antarinstansi.
(Jun)




