Teropongistaan.com JAYAPURA – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Ronald Konjol, mendesak Gubernur Papua Barat Daya agar segera menemui Mama-Mama Pedagang Orang Asli Papua (OAP) yang masih melakukan aksi damai di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya.

Menurut Ronald, pemerintah daerah harus segera membuka ruang dialog yang terbuka, bermartabat, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan agar aspirasi masyarakat dapat diterima secara langsung tanpa harus menunggu dalam waktu yang berkepanjangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ronald Konjol kepada awak media melalui pesan singkat dan sambungan telepon WhatsApp, Kamis (2/7/2026).

Iklan

Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Karena itu, pemerintah berkewajiban merespons aspirasi masyarakat secara cepat, proporsional, dan mengedepankan pendekatan dialogis.

Menurut Ronald, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memiliki tanggung jawab menjamin setiap warga memperoleh ruang yang setara dalam menyampaikan aspirasi, terlebih apabila aspirasi tersebut berasal dari Orang Asli Papua yang dalam kerangka Otonomi Khusus memiliki hak yang diakui, dilindungi, dan diberdayakan oleh negara.

Ia menilai kehadiran gubernur atau pejabat yang diberi mandat untuk menerima aspirasi masyarakat merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus diwujudkan secara nyata. Kehadiran pemerintah, katanya, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menunjukkan komitmen membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan saling menghormati dengan masyarakat.