Beberapa peluang yang diperoleh Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen belum mampu dikonversi menjadi gol sehingga Singapura tetap memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan. Situasi tersebut sempat membuat pertandingan berjalan lebih terbuka memasuki babak kedua.
Singapura mendapatkan kesempatan melalui pemain pengganti Song Ui-young yang hampir memberikan ancaman serius ke gawang Indonesia menjelang satu jam pertandingan.

Momentum laga kemudian berubah setelah Singapura harus bermain dengan 10 orang. Safuwan Baharudin mendapat kartu merah setelah wasit melakukan tinjauan VAR, sehingga Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk memberikan tekanan di sisa pertandingan. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Indonesia untuk terus menekan pertahanan Singapura.
Dari situasi tendangan bebas, Indonesia kemudian memperoleh hadiah penalti setelah bola mengenai tangan pemain Singapura di dalam kotak terlarang. Ole Romeny yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik.

Eksekusi tersebut menggandakan keunggulan Indonesia sekaligus memastikan tiga poin untuk tim asuhan Herdman. Selepas pertandingan, AFC pun menyebut bahwa Timnas Indonesia memulai dengan permainan yang sangat impresif.
Gol cepat Ragnar Oratmangoen membuktikan bahwa tim besutan John Herdman bermain sangat agresif sekaligus berbahaya.

“Indonesia hanya membutuhkan waktu kurang dari seperempat jam untuk mencetak gol pembuka ketika pemain debutan Luke Vickery berhasil lolos di sisi kanan dan mengumpan bola kepada Ragnar Oratmangoen yang berlari maju untuk menyelesaikannya dengan tendangan keras,” tulis AFC.
Sayangnya, permainan Indonesia dalam pertandingan tersebut semakin menurun sehingga gagal untuk bisa menciptakan gol kedua pada babak pertama
Padahal, AFC menilai bahwa Indonesia bermain sangat dominan dan mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya.
“Setelah itu, meskipun mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, Indonesia kesulitan mencetak gol kedua, karena Ole Romeny dan kemudian Ragnar Oratmangoen sama-sama gagal memanfaatkan peluang dari posisi yang menjanjikan,” tulis AFC.

Meski demikian, Indonesia mampu menutup laga dengan raihan positif setelah mencetak gol kedua lewat Ole Romeny. Hasil tersebut juga memberi Indonesia awal yang sesuai dengan target di Grup A.
Setelah menghadapi Singapura, skuad Garuda akan kembali menjalani pertandingan menghadapi Malaysia pada 28 September 2026 sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober 2026.

Baca juga tentang indonesia menang atau berita Olahraga untuk informasi terkini.







