Tindakan menampilkan niat jadi capres dari Ketua DPD di akun media sosial itu bukan saja tak etis, tetapi cenderung memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Membawa-bawa dukungan dari sejumlah kelompok seolah-olah niat jadi capres itu adalah aspirasi warga untuk Ketua DPD tetap tak bisa jadi alasan konten itu dianggap layak untuk dikonsumsi publik,” Jakarta 31/05/22.

Bagi saya DPD memang jarang disorot, karena memang ngga ada apa-apa juga yang layak untuk disorot. Kinerja begitu-begitu saja, bahkan nyaris tak dianggap penting oleh publik untuk dibicarakan.

Bahwa DPD tak banyak disorot publik juga tak seharusnya membuat Ketua DPD bisa suka-suka memamerkan urusan pribadinya di akun resmi lembaga.

Baca Juga Korona Watch Minta Menteri Bappenas Diperiksa Jumat, 27 Mei 2022
Korona Watch Minta Menteri Bappenas Diperiksa

DPD kian terpinggir dari hiruk pikuk pembicaraan nasional mungkin memang disumbangkan oleh tak kreatifnya DPD memaksimalkan peran dan fungsinya agar bisa memberikan pengaruh kepada pembuatan kebijakan nasional. Peran yang tak optimal dari DPD antara lain disumbangkan oleh kelakuan oknum DPD yang justru hanya menjadikan DPD sebagai stasiun transit sebelum melirik posisi elit tang lebih strategis seperti menjadi capres itu.

Kelemahan DPD bukan saja karena fungsi dan kewenangannya yang tak maksimal tetapi karena mereka yang menjadi senator itu tak pernah mau maksimal berjuang untuk memastikan DPD bisa dianggap sesuatu dalam konstruksi politik.

Jadi merananya DPD disumbangkan oleh kinerja anggota hingga pimpinan yang tak fokus dan maksimal memanfaatkan DPD sebagai instrumen untuk mendorong perubahan bangsa.

Kalau DPD mau dianggap penting, maka anggota hingga pimpinannya harus menunjukkan penghargaan atas lembaga itu dengan memaksimalkan peran dan fungsi DPD dengan memperjuangkan isu-isu yang membela kepentingan rakyat.

Postingan Medsos DPD yang memperlihatkan dukungan bagi La Nyalla sebagai capres memang sudah dihapus setelah mulai dibicarakan publik. Ini saja sudah membuktikan bahwa postingan itu memang sengaja untuk mempromosikan La Nyala sebagai Capres. Karena itu dihapus. Masih mendingan karena ketika sudah kedaoatan melakukan kesalahan, coba untuk menghilangkan jejak walaupun mestinya sadar juga jejak di dunia maya itu tak pernah bisa dihilangkan secara tuntas.