TEROPONGISTANA.COM – PT PLN (Persero) menjadikan momentum pandemi Covid-19 untuk bertransformasi. Digitalisasi, efisiensi, dan inovasi perluasan bisnis serta peningkatan pelayanan pelanggan menjadi jurus PLN dalam meningkatkan performa keuangan. Dan, hasilnya pun berbuah manis. Tahun 2021, PLN membukukan laba Rp 13,17 triliun.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, laba yang dikantongi PLN tersebut merupakan laba terbesar sepanjang sejarah. “Perolehan laba di tengah masa sulit ini buah dari transformasi yang dilakukan PLN dari segala lini, sehingga sukses mengefisiensi biaya operasional (operating expenditure/Opex) dan belanja modal (capital expenditure/Capex),”kata Darmawan, Rabu (8/6).
Transformasi yang dicanangkan sejak April 2020 ini, merupakan titik awal komitmen PLN untuk berubah. Sebab, tantangan yang dihadapi sudah sangat berbeda. Ada tantangan dekarbonisasi, desentralisasi, digitalisasi, sehingga tidak bisa lagi bergerak dengan cara usang dan biasa.
“PLN menata ulang seluruh proses bisnis, dari sisi input energi primer, operasional pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik, hingga layanan pelanggan. Dari proses yang serba manual, menjadi terdigitalisasi penuh. Dari proses yang kompleks, menjadi lebih ringkas dan cepat,”ucap Darmawan.
Keseluruhan program transformasi ini merupakan upaya PLN untuk melakukan efisiensi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Kehadiran PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan wujud kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Melalui transformasi yang dilakukan, seperti digitalisasi pelayanan, integrasi supply chain, dan peningkatan capacity building, mampu menurunkan biaya pokok penyediaan listrik, menurunkan biaya bunga, dan meningkatkan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi).




