TEROPONGISTANA.COM JAKARTA -Sebelumnya, publik cukup di hebohkan dengan adanya pemberitaan di media online, terkait adanya kerangkeng manusia di lahan belakang rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin. Kerangkeng tersebut diduga digunakan untuk eksploitasi pekerja kebun kelapa sawit, kegiatan tersebut merupakan bentuk eksploitasi yang diduga kuat merupakan praktik perbudakan modern,”

Kami mendukung langkah Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara yang akan merencanakan memeriksa Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin terkait kerangkeng manusia di rumahnya yang diduga dijadikan tempat perbudakan.

Ketua Umum Forum Mahasiswa Sumatera Utara Jakarta Dedi Siregar dalam siaran persnya mengatakan bahwa kami mendukung pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penemuan kerangkeng manusia, yang melibatkan bupati termasuk juga memproses tindakan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Langkat.

Baca juga :  Hadir Deklarasi Kuhman DKI, Ini Pesan PLT Ketua Ombudsman Jakarta Raya

Dengan adanya pemberitaan yang menyita perhatian publik ini maka, temuan adanya krangkeng manusia di rumah bupati ini mengundang kecaman keras banyak pihak. Tak hanya mengecam, juga adanya desakan agar aparat penegak hukum bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus tersebut menggema. Sejak kasus itu mencuat, desakan pengusutan tuntas kasus krangkeng manusia ini datang dari perseorangan, kelompok bahkan atas nama lembaga tak putus bermunculan. Kasus ini memang sangat mengerikan, terlebih para korban mengalami kekerasan fisik dan di dieksekusi langsung oleh pelaku dengan senjata tajam dan benda tumpul.

Oleha karena itu maka kami dari elemen mahasiswa dan pemuda mengutuk keras peristiwa Krangkeng manusia yang menimpa para pekerja di rumah bupati Langkat.

Baca Juga Ayep Zaki Dapat Dukungan Masyarakat Sukabumi Senin, 7 Februari 2022
Ayep Zaki Dapat Dukungan Masyarakat Sukabumi