Baca juga : Satlantas Polresta Tangerang Tilang 30 Truk ODOL
Terkait dengan isu yang berkembang untuk di relokasi, Slamet Budi katakan itu bisa terjadi dalam tahap jangka panjang dengan melakukan komunikasi kepada pihak-pihak terkait.

“Mungkin untuk opsi relokasi ini jangka panjangnya. Ada pertemuan dan komunikasi kesepakatan antara masyarakat. Memang untuk relokasi salah satu rencana aksi tapi tergantung kemauan warga seperti apa,” tandasnya.
*Kades Tanjung Pasir Berterima Kasih Ke PIK2 Atas Kontribusi Atasi Banjir*

Ditempat yang sama, Kepala Desa Tanjung Pasir Arun meluruskan pernyataan bahwa musibah banjir terjadi di RT 01 RW 03 akibat air laut pasang atau rob dan curah hujan.
“Faktornya gara-gara rob yang naik ke permukaan sampai ke pemukiman warga. Bisa masuk tapi tidak bisa keluar lagi karena saluran airnya tidak ada maka terkumpul lah air ini,” ujar Arun.
Arun mengakui penyumbang terjadinya banjir di RT 05/RW 03 dan RT 06/RT 03 disebabkan tersumbatnya saluran air akibat sampah.
“Kedepan kita menghimbau kepada warga khususnya di Kampung Gaga, mohon untuk tidak dibuang sampahnya ke saluran air,” ucapnya.
Disisi lain, Arun mengucapkan terima kasih kepada developer PIK2 atas ikut andil berkontribusi membantu melakukan sodetan untuk menanggulangi persoalaan banjir di Kampung Gaga.
“Kemarin juga alat berat dari developer PIK2 turun untuk melakukan sodetan membantu mengatasi banjir dan meringankan beban warga,” ungkap Arun.
Pertemuan hari ini, sang Kades berharap bisa terjawab semua berkaitan dengan kehadiran pejabat dinas yang terkait saat ini untuk mengatasi persoalan banjir di Kampung Gaga.
“Dimana sudah diketahui aksi jangka pendek akan melakukan tandon pengampungan dan pembuangan air sementara sesuai perencanaan,” pungkasnya.
“Mudah-mudahan nanti kita bisa bekerjasama bergotong royong untuk menyelesaikan masalah saluran air dan dibantu instansi terkait untuk program pembangunan normalisasi saluran air,” sambungnya. (Red)






