Herman juga menyebut gula kristal rafinasi yang diekspor ke negara tujuan Vietnam merupakan perdana dilakukan oleh perusahaannya. “Total kuota izin ekspor yang didapat 100.000 ton, Nilai ekspornya 650 dolar per ton,” ungkapnya.
Permintaan untuk ekspor datang dari sejumlah negara, namun saat ini dari sisi harga, negara Vietnam merupakan negara yang memiliki nilai pembelian baik.
“Yang minta (ekspor) banyak, cuma harga masih bervariasi, tentunya kita pilih yang terbaik, dan sekarang ini Vietnam yang terbaik,” ujarnya.
Namun demikian, kedepan pihaknya menargetkan akan berupaya mengeskpor ke negara tetangga lainnya seperti Jepang.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Merak, Beni Novri mengatakan, sebagai dukungan terhadap kegiatan ekspor, pihaknya memberikan fasilitas KITE. Namun tentunya dengan persyaratan yang cukup ketat.


