“Jangan sampai ada kesan Kapolri takut dengan Kapolda. Nah itu yang menurut saya yang harus ditelusuri dan hal lain yang sangat penting adalah apakah nanti pemeriksaan itu bisa menghasilkan foto-foto tempat kejadian perkara (TKP) dari tim polri yang pertama kali datang ke lokasi,”beber Usman.

Selanjutnya kata Usman, peristiwa ini bukan peristiwa biasa, yang pertama karena TKP berada di rumah seorang jendral, dan kedua dengan mudah seorang anggota Brimob yang sudah terlatih terbunuh di tangan seorang Bharada E.

“Nah, bagaimana mungkin misalnya anggota- anggota Brimob yang terlatih apalagi Brigadir Yosua, itu bisa dengan mudah dibunuh? Ya memang ada kesan bahwa Bharada E dikambinghitamkan. Saya berharap jangan sampai ada pembodohan masyarakat, apalagi mencoreng institusi Polri, termasuk institusi Brimob.” katanya.

Oleh karena itu Usman menduga Bharada E, dikambinghitamkan, dan meminta agar LPSK segera bergerak mendekati keluarga Bharada E, untuk memastikan bahwa Bharada E memang bukan sosok yang asal tersangka dalam kasus ini.

“Kalau iya, maka sarankan agar LPSK memberikan perlindungan terhadap Bharada E, setidaknya mulai mendekati keluarga untuk bisa memastikan bahwa Bharada E bukanlah orang yang ditengahkan untuk sekedar memuaskan rasa penasaran masyarakat,” imbuh Usman. (Red)