TEROPONGISTANA.COM – Beberapa waktu belakangan ini kita dikejutkan oleh kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan beberapa perusahaan rintisan (Start-up) di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh dua startup ternama di Indonesia yakni Zenius dan LinkAja. Terbaru, perusahaan e-commerce JD.ID dikabarkan juga melakukan tindakan yang sama.
Sebelumnya, kita berharap perusahaan-perusahan itu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, bisa menyerap lapangan kerja. Apalagi, di tengah-tengah pandemi Covid-19, banyak perusahaan konvensional yang melakukan pemutusan hubungan kerja.
Azka Aufary Ramli selaku pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumater Barat beranggapan bahwa fenomen PHK terjadi hampir seluruh sektor Start-up di Indonesia di tengah pandemi Covid 19.
Baca juga :Azka Ramli: Pemilu 2024, Generasi Muda Menjadi Lokomotif Pemersatu Bangsa

“Ketika pandemi melandai, ternyata PHK juga terjadi di sektor lainnya. Perusahaan rintisan yang sudah melakukan PHK adalah Edutech Zenius, perusahaan pertanian Tanihub, pembayaran LinkAja, perusahaan furnitur Fabelio, fintech landing Uang Teman, dan penyedia layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID.” Ujar Azka Jakarta 3/6/2022.
Beberapa peniliti dan pakar memprediksi bahwa dalam waktu ke depan PHK startup akan terus terjadi baik dalam skala besar maupun kecil. Apakah ini pertanda era bakar uang mulai berakhir dan perusahaan-perusahaan rintisan berada diambang colaps?







