TEROPONGISTANA.COM LEBAK – Kolaborasi Antar Lembaga (KRL) yakni LSM Bentar, LSM Aliansi Indonesia, LSM Abdi Gema Perak dan LSM P2LPB menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Kamis (13/10/2022). Aksi tersebut menyoroti lemahnya pengawasan pihak Dindik Lebak terhadap program revitalisasi pada sekolah menengah pertama (SMP) yang dialokasikan dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2022.

Baca juga : Soal Bansos, Polres Lebak Ungkap Lakukan Penyidikan Sesuai Prosedur

Ahmad Yani salah satu kordinator aksi menegaskan, hasil investigasinya bersama para ketua lembaga yang tergabung dalam KRL bahwa perkerjaan perbaikan sekolah sebanyak 41 bangunan SMP di Lebak diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi.

” Seharusnya Dindik Lebak sebagai liding sektor utama dalam program atau proyek tersebut dapat mengawasi pengerjaan puluhan pembangunan SMP tersebut. Akhirnya, karena lemahnya pengawasan dan tidak ketat, semua berdampak pada kualitas pembangunan yang kami duga dikerjakan asal asalan dan tidak sesuai dengan RAB,” tegas Yani yang juga Ketua Umum LSM Bentar.

Baca Juga Kapolda Gorontalo Pimpin Upacara PTDH Personil Senin, 10 Oktober 2022
Kapolda Gorontalo Pimpin Upacara Ptdh Personil

Senada, Marpausi Ketua Abdi Gema Perak bersama Ketua Aliansi Indonesia Toni Firmansyah menegaskan, hasil temuannya di lapangan bahwa pengerjaan bangunan Sekolah SMP tersebut selain pekerjaanya yang diduga asal-asalan, bahan- bahan materialnya juga diduga jauh dari kata standar.

” Selain diduga kuat dikerjakan asal asalan, material yang digunakan juga mutunya jauh dibawah standar. Dan kami tentu telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap pekerjaan rehab dan pembangunan gedung SMP yang ada di Lebak ini,” katanya.