Terkait dengan investasi, kata Tri pemerintahan sedang merencanakan investasi pengelolan air limbah atau air kotor yang nantinya bisa digunakan oleh warga untuk membersikan jalan dan tanaman. Karena pengelolaan awal terhadap air limbah yang dilakukan sebelum dibuang ke lingkungan merupakan suatu tindakan yang dapat menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah sedang mensosialisasikan dan ingin menjadikan ini sebagai sebuah gerakan di masyarakat.
“Begitupun dengan masalah parkir, dengan keterbatasan lahan yang ada, pemerintah mendorong Dishub dan BUMD untuk berkreativitas dengan mengoptimalisasikan lahan yang ada dengan parkir secara vertikal khusus lahan sempit,” ucap Tri.
Sedangkan dari perizinan, kata Tri inovasi layanan publik sudah di bangun, seperti layanan jemput langsung di masyatakat lewat pamor ataupun mall pelayanan publik sudah berjalan.
“Pemerintah ingin terus mengoptimalkan pendapatan daerah sebagai penunjang layanan publik sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan mudah, murah dan cepat,” ujar Tri menjelaskan.
Kabar baiknya pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi mengalami tren kenaikan positif, walaupun tahun ini tahun politik, kata Tri, sebentar lagi akan ada pilpres dan pilkada, tren ini harus terus di jaga agar iklim usaha dan investasi di )ota Bekasi berjalan dengan baik.
“Sebentar lagi akan ada LRT di kota Bekasi, ini akan menjadi mometum yang baik membuka keran investasi dan transportasi warga yang tentunya kita berharap akan berimplikasi pada perputaran ekonomi,” beber Tri.
“Hari ini kita juga menerima wakil walikota Samarinda beserta pemerintahan yang melakukakan studi banding terkait dengan keberhasilan kota Bekasi meraih juara satu sebagai kota tebaik peningkatan pengunaan produk dalam negeri (P3DN), kalau kita berprestasi nilai tambah kita menjadi tinggi dan keren, upaya ini lah yang selalu kita akan dorong,” tutup Tri menjelaskan. (Jum)

