2. Nibakkeun: meminta izin dan doa untuk memulai penanaman/menebar benih.
3. Ngubaran: ketika padi mulai besar melakukan sri sakti manusa nu kumawasa adalah ritual untuk mengobati tanaman dari hama dengan diberi obat tradisional. Hama yang biasanya datang salah satunya leming, wereng, kungkang coklat, kungkang putih dan lain-lain.

4. Mapag pare beukah: ketika selesai akan dipanen sembari menunggu padi berbunga menjelang datangnya dewi sri dilakukan ritual untuk memohon agar hasil tanaman bagus. Para perempuan membuat dodol dan menumbuk padi untuk acara selamatan.
5. Beberes Mipit: jika padi sudah merunduk dan siap dipotong maka melakukan ritual meminta izin untuk memanen padi. Para perempuan membuat tumpengan untuk selamatan.
6. Ngadiukeun: padi selesai dipanen dibawa dari tempat lahan lalu memasukkannya ke dalam leuit.
7. Seren taun: ritual untuk selamatan atas hasil bumi biasanya dilakukan antara bulan syawal/hapit dan meminta kesuburan dan kemakmuran untuk panen yang akan datang.
Baca Ini : Ini Baru Bener, Masyarakat dan Relawan Jokowi Puji Pemkab Lebak Hentikan Galian di Warunggunung
Diakhir, Setiap tahun kami masyarakat Kasepuhan pasir suruh memperingati atau merayakan seren taun, tentunya seren taun yang akan kami laksanakan nanti bersama masyarakat Kasepuhan pasir eurih ini juga, di ibaratkan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kami kepada tuhan dan tabur sedekah tahunan atau menyerahkan hasil panen kepada yang membutuhkan, karena hasil panen tersebut akan dimakan bersama-sama,”jelasnya (Jhon)








