Dalam penanganan Stunting sendiri ada beberapa fase yg pertama diberikan edukasi, kedua pendampingan, yg terakhir adalah intervensi, ungkapnya.
Sambutan yg kedua oleh Ketua Korwil UPT Se- Bogor Raya, Sopian, dalam sambutannya yaitu Stunting yg ada di Indonesia itu sebesar 21%.
Ini Juga : Atlit Kempo Rutan Bandung Jadi Inspirasi Lapas Gunung Sindur
Target untuk mengurangi Stunting tersebut 17% di tahun 2023. Maka dari itu, Kemenkumham hadir dan peduli terhadap pengentasan Stunting anak yang ada di Indonesia ini, paparnya.
Sedangkan pengisi Materi penyuluhan Stunting Anak disampaikan oleh Kepala Puskesmas Pasir Mulya, dr. Ervina, dimana Stunting anak adalah istilah kurang tumbuh kembang anak.
Semua penyakit tidak terjadi secara tiba tiba, pasti ada awalnya. Stunting itu bisa di prediksi, bisa dari asupan makanan yg kurang, dari berat badan juga bisa di prediksi, berat badan yg 2x berturut turut tidak naik itu bisa menjadi salah satu awalan Stunting, jelasnya.
Penyerahan Baksos secara simbolis oleh masing-masing Ka.UPT Wil. Bogor Raya, dengan jumlah Penerima Bantuan sebanyak 75 orang, yang merupakan Warga Bogor dari Kelurahan Loji, Kelurahan Gunung Batu, Kelurahan Kebon Pedes, dan Desa Mekar Jaya.
Baca Ini : 619 Lapas Gunung Sindul Terima Remisi Idul Fitri
Acara bakti sosial ini dihadiri oleh Kalapas Kelas IIA Bogor, Kakanim Kelas I Bogor, Kalapas Kelas IIA Cibinong, Kalapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kalapas Narkotika IIA Gunung Sindur, Kalapas Khusus Kelas IIB Sentul, Karutan Kelas I Depok, Kakanim Depok, Kabapas Bogor, Camat Bogor Barat, Lurah Loji, Lurah Gunung Batu, Lurah Kebon Pedes dan Kades Mekar Jaya. (Deni/red)
