*Sosok Satrio Piningit*
Di balik fenomena tersebut, Kidung Tirto menyebut ada sosok ‘Satrio Piningit’ yang berperan memberikan arah politik Tanah Air. Satrio Piningit dilukiskan sebagai sosok yang anggun, agung, bermoralitas baik, menyatu dengan masyarakat, berjuang bersama rakyat, dan mengupayakan kesejahteran bagi rakyat.
“Satrio Piningit ini adalah pemimpin rakyat yang memberikan harapan. Ia tidak harus seorang Presiden atau Raja, tetapi sudah berwujud menjadi Satrio Pinilih atau Ratu Adil. Ia bertanggungjawab menentukan arah dan harapan bangsa menuju masa kejayaan,” jelasnya.
Mengutip ramalan Prabu Jayabaya, sosok Satria Piningit digambarkan seperti Batara Kresna, berwatak Pandawa dan bersenjata trisula, serta seorang pemimpin yang memiliki visi atau bisa memprediksi masa depan. “Kriteria-kriteria itu sesungguhnya dimiliki sejumlah tokoh bangsa dan terus bereinkarnasi sesuai dengan masanya,” ujar Kidung Tirto.
Pada masa kini, dia melihat sosok Presiden Jokowi mewarisi watak Satrio Piningit yang digambarkan oleh Prabu Jayabaya ratusan tahun silam. Namun bukan berarti Jokowi harus menjabat Presiden lagi untuk periode ketiga, melainkan ia turut memainkan peran dalam menentukan sosok Presiden berikutnya.
“Jokowi perlu memastikan tongkat estafet dipegang oleh penerus yang bisa mewujudkan visi Indonesia Emas 2040. Sebagai tokoh politik, langkah politik Jokowi adalah hal yang wajar dalam dunia demokrasi. Jadi bukan cawe-cawe politik dalam konotasi negatif,” kata Kidung Tirto. (David)
