Sejurus keluhan masyarakat, koordinator perumahan BTB, Suherman, turut mengkaselarasi harapan warganya melalui proses mediasi antara pengembang dan perwakilan warga.
Salah seorang perwakilan warga yang hadir menjelaskan pula, bahwa pihak pengembang sejauh ini sudah cukup bertanggung jawab, apalagi ini mulai merambah lahan baru untuk pembangunan lanjutan dengan menutup fungsi danau di perumahan.
Diketahui, proses mediasi terkait penutupan fungsi area tampungan ini telah berlangsung dua kali. Hal yang menjadi prioritas warga saat ini lebih mengutamakan adanya sodetan, sebagai bentuk rekayasa (drainase) aliran air yang berasal dari beberapa penjuru.
Prioritas sodetan diharapkan nantinya dapat mengurangi potensi debit air di saat musim penghujan yang akan terjadi beberapa bulan kedepan.
Dalam proses mediasi yang diadakan di masjid At Taqwa BTB, pihak pelaksana menyatakan bahwa tidak akan berspekulasi dengan membuat sodetan terlebih dahulu sebelum penutupan danau selesai. Hal ini dilakukan agar dapat memudahkan penentuan letak sodetan.
Sementara itu, pihak pengembang yang diwakili oleh Pak Sugih, secara langsung menyerahkan sepenuhnya perkara teknis kepada tim pelaksana. Dalam hal ini pihaknya lebih mengedepankan win win solution, artinya untuk tidak pula mengabaikan kepentingan warga. Ditekankan olehnya dalam waktu dekat proses akselerasi akan dilaksanakan.