Namun setelah dibangun, jalan sepanjang 50 km itu yang dahulunya hutan itu tidak dirawat dan terkesan dibiarkan begitu saja.
Hal senada diungkapkan oleh Kades Muara Pari Mukti Ali saat dihubungi terpisah. Menurut dia, jalan lintas tersebut hingga kini belum juga diperbaiki pemda atau Perusda sejak RDP terakhir di DPRD Barito Utara setahun lalu.
Padahal, lanjut Mukti, sesuai dengan kesepakatan, dua minggu setelah RDP alat beras seharusnya sudah siap di lokasi tetapi hingga saat ini tidak ada aktivitas. Pernah ada perbaikan jalan desa di Muara Pari, namun itu hanya alakadarnya dan tidak dilanjutkan.
“Jalan itu sudah tidak bisa dilalui sama sekali oleh kendaraan bermotor karena rusak parah dan banyak jembatan putus, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Jalur induk dari Kecamatan sampai ke Karendan juga rusak,” ujarnya.
Mukti mengatakan warga meminta pemda ataupun Perusda menepati janjinya untuk segera memperbaiki jalan itu agar layak dilalui.
“Warga telah berkorban menghibahkan tanahnya tanpa ganti rugi untuk membuka jalan itu. Apabila jalan itu ditelantarkan, warga bisa saja meminta kembali tanah mereka, tetapi bukan itu yang kita inginkan melainkan jalan itu dapat dimanfaatkan warga,” ungkapnya.
Mengenai sumber dan besaran dana untuk pembangunan jalan, baik Hernedi maupun Mukti Ali mengaku tidak tahu. Mereka mendengar bahwa ada sejumlah pihak yang membantu pembangunan jalan, antara lain PT Medco Energy.
Terkait hal ini, Perusda Batara Membangun telah berjanji akan menyerahkan laporan keuangan terkait bantuan PT Medco untuk pembukaan jalan tersebut. Namun janji kepada DPRD Barito Utara itu tidak jelas kelanjutannya.
“Kami di DPRD binggung juga. Sementara saat ini masyarakat dari sejumlah desa yang sudah menghibahkan tanahnya ramai-ramai ingin membatalkan hibah. Karena baru tahu jika pembukaan jalan itu justru untuk pemasangan pipa kondensat,” kata Anggota DPRD Barito Utara H. Tajeri pada 4 juli 2023.
Dia menyebut, janji menyerahkan laporan keuangan terkait bantuan tidak saja oleh Perusda Batara Membangun. PT Medco pun diminta melaporkan bantuannya yang diserahkan langsung ke Perusda Batara Membangun.

