Teropongistana.com Jakarta – 100 hari pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diwarnai berbagai macam isu. Paling hangat adalah kebijakan pengecer yang tidak boleh lagi menjual LPG 3 kg.

Pengamat Politik dan Keamanan, Muhammad Sutisna mengatakan, tak sedikit emak-emak harus mengantre hingga ber jam-jam untuk mendapatkan LPG 3 kg. Bahkan sampai ada ibu-ibu yang meninggal karena kelelahan usai mengantre.

“Kekisruhan ini berasal dari kebijakan menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) yang melarang penjualan gas 3 kg sampai ke pengecer cukup di agen. Padahal pengecer itu sangat membantu masyarakat yang tak bisa menjangkau agen,” kata Sutisna, Selasa 4 Februari 2024.

Iklan

“Alih-alih ingin membenahi tata kelola pasokan gas. Justru kebijakan ini menjadi blunder, dan rakyat kembali menjadi korban,” imbuhnya.

Sutisna lantas menaruh curiga dengan situasi saat ini. Ia melihat seperti ada skenario tertentu untuk membenturkan Presiden dengan rakyatnya. Padahal ia melihat ketulusan seorang Presiden Prabowo kepada rakyat tak perlu diragukan.

“Namun acap kali tak mampu diterjemahkan dengan baik oleh para pembantunya. Atau memang sengaja membuat situasi gaduh dan seakan tak tegak lurus kepada Presiden. Tentu Presiden Prabowo harus jelih melihat situasi hari ini,” ujar Co Founder Forum Intelektual Muda itu.