Sebab itu, menurut Asep, respons Said Abdullah atas pernyataan Jokowi tidak pantas.

“Jadi respons Said Abdullah ke Jokowi itu menurut saya tidak pantas. Dia terkesan menyerang Jokowi,” ujarnya.

Asep mengatakan pernyataan Jokowi agar kepala daerah dari PDIP ikut retret hanyalah pendapat pribadi. “Tidak dalam rangka ikut campur apalagi mengatur-ngatur kebijakan internal partai,” ucapnya.

Lebih lanjut, Asip pun menilai Said Abdullah seperti mulai menabuh genderang perang terbuka melawan Jokowi.

“Ini ibarat tantangan perang terbuka ke Jokowi,” ujarnya.

Menurut Asip, sikap Said ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang dinilai tidak berani konfrontasi dengan Jokowi.

“Dulu waktu Jokowi masih presiden Said Abdullah tak berani perang terbuka dengan Jokowi, mungkin saat ini Said Abdullah berani karena merasa dia punya posisi utuk mengatur keuangan negara sebagai Ketua Banggar,” pungkas Asip.

Diketahui sebelumnya, Said Abdullah memberi sindiran menohok kepada Jokowi yang berkomentar agar kepala daerah dari PDIP tetap mengikuti retret meski ada instruksi larangan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Said mengisyaratkan agar Jokowi tak perlu ikut campur urusan internal PDIP. Sebab, menurutnya, instruksi larangan ikut retret merupakan urusan internal partai dan Jokowi bukan lagi bagian dari partai kepala banteng.

“Ini soal partai lah ya, urusan internal, bukan urusan orang luar,” kata Said di kediaman Megawati, Jl. Teuku Umar No. 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025).